Infak dan Sedekah, Apa Bedanya?
24/09/2026 | Penulis: Humas BAZNAS PTK
Kebaikan kecil melalui sedekah dapat memberikan manfaat besar bagi sesama
Infak dan sedekah merupakan dua istilah yang sangat dekat dengan kehidupan umat Islam. Keduanya sama-sama mencerminkan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama. Meski sering digunakan secara berdampingan, infak dan sedekah memiliki pengertian serta cakupan yang berbeda.
Memahami perbedaan keduanya penting agar masyarakat dapat mengamalkan infak dan sedekah secara lebih tepat. Selain itu, pemahaman yang benar juga menunjukkan bahwa kesempatan untuk berbuat kebaikan tidak selalu bergantung pada banyaknya harta yang dimiliki. Berbagi dapat dilakukan melalui harta, tenaga, ilmu, maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Pengertian Infak dan Sedekah
Infak berasal dari kata Arab anfaqa yang bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, infak didefinisikan sebagai harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Pengertian tersebut juga digunakan BAZNAS dalam menjelaskan infak kepada masyarakat.
Dengan demikian, infak berkaitan erat dengan pemberian dalam bentuk harta. Infak dapat berupa uang, makanan, barang, atau bentuk kekayaan lain yang diberikan untuk kepentingan dan kemaslahatan.
Contohnya adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu masyarakat kurang mampu, mendukung pendidikan anak dari keluarga prasejahtera, membantu pembangunan fasilitas sosial dan keagamaan, menyediakan kebutuhan pangan, atau membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Allah SWT juga menggambarkan orang-orang bertakwa sebagai mereka yang tetap menginfakkan hartanya, baik ketika berada dalam keadaan lapang maupun sempit sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali Imran ayat 134. Pesan tersebut menunjukkan bahwa infak tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah harta yang diberikan, melainkan juga dengan kesediaan seseorang untuk berbagi sesuai kemampuannya.
Sedekah memiliki pengertian yang lebih luas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, sedekah merupakan harta atau nonharta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.
Artinya, sedekah tidak terbatas pada pemberian uang atau barang. Membantu orang lain dengan tenaga, membagikan ilmu yang bermanfaat, memberikan pertolongan kepada seseorang yang membutuhkan, berkata baik, dan berbagai tindakan kebajikan lainnya juga dapat termasuk dalam sedekah.
Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap perbuatan baik merupakan sedekah. Ajaran ini memperlihatkan luasnya ruang bagi setiap orang untuk melakukan kebaikan. Seseorang yang belum mampu memberikan bantuan berupa harta tetap mempunyai kesempatan bersedekah melalui kemampuan yang dimilikinya.
Perbedaan Utama Infak dan Sedekah
Perbedaan utama antara infak dan sedekah terletak pada bentuk pemberiannya. Infak lebih khusus berkaitan dengan harta atau materi, sedangkan sedekah memiliki cakupan yang lebih luas karena dapat berbentuk materi maupun nonmateri.
Ketika seseorang memberikan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tindakan tersebut dapat disebut infak. Sementara itu, ketika seseorang membantu orang lain dengan tenaga, memberikan ilmu, atau melakukan perbuatan baik tanpa mengeluarkan harta, tindakan tersebut termasuk sedekah.
Dengan demikian, sedekah mempunyai ruang pengamalan yang lebih luas. Seseorang dapat bersedekah melalui hartanya, tetapi ia juga dapat bersedekah melalui tindakan dan kemampuan yang dimiliki.
Perbedaan ini sekaligus menunjukkan bahwa Islam membuka kesempatan berbuat baik bagi siapa saja. Kemampuan ekonomi bukan menjadi satu-satunya ukuran untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain.
Infak dan Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari
Infak dan sedekah dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Infak, misalnya, dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu kebutuhan pangan keluarga kurang mampu, mendukung kegiatan pendidikan, membantu pelayanan kesehatan, menyediakan air bersih, atau memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, sedekah dapat hadir dalam bentuk yang jauh lebih beragam. Membantu orang lanjut usia membawa barang, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, menyediakan waktu untuk kegiatan sosial, membantu membersihkan lingkungan, memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, hingga berkata baik kepada orang lain merupakan bentuk kebaikan yang dapat bernilai sedekah.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa budaya berbagi tidak perlu menunggu seseorang memiliki harta dalam jumlah besar. Kebaikan dapat dimulai dari kemampuan yang tersedia pada diri masing-masing.
Dalam konteks sosial, infak dan sedekah juga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar perpindahan harta dari pemberi kepada penerima. Dana yang dihimpun dan dikelola secara baik dapat mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 menggambarkan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan pada setiap bulir terdapat seratus biji. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa sebuah kebaikan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang jauh lebih luas.
Karena itu, infak dan sedekah sebaiknya dipahami bukan hanya sebagai aktivitas memberi, tetapi juga sebagai kebiasaan untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Infak dapat dimulai dari sebagian rezeki yang dimiliki, sedangkan sedekah dapat diwujudkan melalui harta, tenaga, waktu, ilmu, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Meskipun memiliki cakupan yang berbeda, keduanya bertemu pada nilai yang sama, yaitu keikhlasan, kepedulian, dan keinginan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Pontianak.
Lihat Daftar Rekening →